Makanan Habis Tersaji, Pembayaran Habis Dijanji. PT. SEI Hutang Catering Rp.900 Juta

2 minutes reading
Tuesday, 3 Feb 2026 05:42 116 Redaksi Lipsus

MORUT- Desa Bunta kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena geliat ekonomi yang tumbuh dari kehadiran perusahaan, melainkan dugaan tunggakan pembayaran yang membelit usaha lokal. PT SEI disebut belum melunasi biaya jasa catering milik warga desa Bunta dengan nilai fantastis, mencapai sekitar Rp900 juta.

Alwun Lasiwua, pelaku usaha catering lokal Elle Mori yang terdampak langsung, mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut bermula dari permintaan resmi manajemen PT SEI pada tahun 2023 berjalan lancar, Saat itu, pihak perusahaan menghubunginya untuk menyediakan kebutuhan konsumsi bagi petugas jaga perusahaan.

“Kami mulai menyediakan makanan sesuai permintaan. Awalnya berjalan normal mulai bulan Mei 2023, tapi lama-kelamaan pembayaran mulai tersendat, mulai bulan juni-agustus 2025 tersendat,”ungkap Alwun. (3/2)

Ia menjelaskan, hingga memasuki akhir Agustus 2025, tepatnya tanggal 29 Agustus, usahanya sudah tidak lagi mampu melanjutkan operasional. Bukan tanpa sebab, seluruh pembiayaan bahan baku, tenaga kerja, hingga operasional harian harus ditanggung sendiri, sementara pembayaran dari pihak perusahaan tak kunjung diterima.

“Invoice itu kami kirim setiap minggu, sesuai kesepakatan. Nilainya terus menumpuk. Tapi sejak bulan Juni sampai akhir Agustus 2025 tidak ada pembayaran sama sekali,” jelasnya.
Alwun menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengonfirmasi kejelasan pembayaran. Ia mengaku berulang kali menghubungi manajemen PT SEI, baik secara langsung maupun melalui jalur komunikasi yang tersedia. Namun, yang diterima hanya janji demi janji.

“Dari Oktober 2025 sampai sekarang, jawabannya selalu sama. Hanya dijanji terus. Tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan,” keluhnya.

Akibat kondisi tersebut, usaha catering yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga dan lapangan kerja bagi warga sekitar terpaksa berhenti beroperasi. Beban utang ke pemasok bahan makanan pun tak terhindarkan. Bahkan mereka dikejar oleh pemasok makanan sebab berhutang sampai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT SEI masih terus diupayakan untuk dikonfirmasi. Redaksi masih menunggu nomor kontak resmi manajemen perusahaan yang dijanjikan untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait dugaan tunggakan pembayaran tersebut.
Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat desa terkait hubungan kerja sama antara perusahaan dan pelaku usaha lokal. Warga berharap perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka tidak hanya menikmati sumber daya dan tenaga lokal, tetapi juga menjunjung tinggi komitmen, tanggung jawab, dan keadilan ekonomi.

Masyarakat Desa Bunta kini menanti itikad baik PT SEI untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran, agar kepercayaan terhadap dunia usaha dan harapan akan kesejahteraan bersama tidak semakin terkikis.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA